Perbedaan Antara Novelisasi Dan Adaptasi

Adaptasi

Film-film dari buku-buku nampaknya menjadi kemarakan akhir-akhir ini. Semakin banyak film berdasarkan buku yang muncul di bioskop dan menarik dari penggemar film yang ada, film ini didasarkan pada. Film-film ini dikenal sebagai adaptasi (aka buku yang bersifat film).

 

Novel

Tapi jenis film lain dari buku (atau lebih tepatnya buku dari film) dikenal sebagai novelisasi, yang pada dasarnya merupakan kebalikan dari adaptasi film. Sebuah buku ditulis setelah film dibuat dan oleh karena itu film “dibicarakan” untuk pemirsa baru: pecinta¬†daftar judi online sbobet buku!

 

Sering kali apa yang terjadi adalah studio film akan menyewa seorang penulis skenario untuk menulis naskah untuk sebuah film. Kemudian setelah skenario selesai, atau terkadang bahkan saat naskahnya masih ditulis, produser akan menyewa seorang penulis untuk membuat sebuah novelisasi dari skenario tersebut. Tujuan dari hal ini pada dasarnya adalah untuk memasarkan dan memperluas pemirsa untuk cerita tersebut ke penggemar potensial yang lebih luas.

 

Masalah dengan novelisasi adalah terkadang sulit untuk mengubah sebuah cerita yang pada awalnya menjadi skenario dalam sebuah buku. Dengan sebuah film, kita tidak mendapat banyak dialog batin (jika ada) dan deskripsi tempat dan orang tidak begitu jelas. Jika penulis buku awalnya tidak memvisualisasikan ceritanya, bisa jadi sulit untuk menyesuaikan skenario dengan bentuk buku sekaligus menjaga agar cerita tetap utuh, tidak berombak, dan yang terpenting menyenangkan.

 

Mana yang lebih baik?

Jadi kita punya film dari buku dan kita memiliki novelisasi film. Tapi mana yang lebih baik? Nah, itu adalah perdebatan yang sulit. Dalam kebanyakan kasus meski cara aslinya ceritanya ternyata ternyata lebih baik daripada adaptasinya.

 

Karena itu jika buku itu ditulis dulu dan kemudian film berdasarkan buku itu dibuat, dalam kebanyakan kasus buku akan lebih baik. Sebaliknya jika skenario pertama ditulis, maka buku itu disesuaikan dengan skenario, bioskop bisa jadi lebih baik. Tentu saja ada pengecualian, tapi secara umum begitulah biasanya.

 

Tie-Ins

Selain adaptasi dan novelisasi, ada juga edisi dasi dalam buku yang bersifat film. Edisi ini biasanya menyertakan konten yang sama dengan buku aslinya, namun sampul depannya diubah agar sesuai dengan adaptasi film dan “dasi-in” buku ke filmnya yang sesuai.

 

Kesimpulan

Apakah buku-buku yang merupakan film aslinya ditulis oleh penulis atau penulis skenario, intinya prosesnya adalah tentang mengadaptasi sebuah cerita ke format baru dengan harapan bisa menjangkau orang-orang baru yang akan menikmati kisah aslinya dengan cara apa pun yang mereka inginkan.